Bintang Baru Timnas Indonesia U-16 Ternyata Hanya Anak Seorang Penjual Nasi

0
125

Surabaya – Belakangan ini, Indonesia ramai dengan munculnya bintang baru di skuat Indonesia, pemain itu bergabung dalam Timnas Indonesia U-16 yakni Muhammad Supriadi.

Pemain asal Surabaya tersebut menjadi bintang lantaran dirinya sudah menunjukan penampilannya di ajang Piala AFF U-16. Supriadi kerap diandalkan oleh pelatih Fachri Husaini guna membongkar pertahanan lawan.

Sebelum masuk ke skuat Timnas Indonesia, Supriadi memiliki kisah yang memilukan dalam dunia sepak bola. Supriadi berasal dari keluarga yang tak ada, ibunya hanya berprofesi sebagai seorang penjual nasi di samping Lapangan Rungkut FC.

Sang ayah juga tak mendukung profesinya sebagai pesepak bola. Faktor ekonomi menjadi salah satu pertimbangan sang ayah untuk tidak mendukung karier Supriadi di dunia sepak bola.

Namun ibunya ternyata memiliki andil besar dalam keberhasilan] karier Supriadi di dunia si kulit bundar. Sang ibu rele mencari hutangan guna membiayai sang anak untuk mengikuti sebuah kejuaraan. Namun perjuangan tersebut tak sia-sia, Supriadi akhirnya di panggil oleh Timnas U-16.

Ibu Kalsum mengatakan bahwa dirinya berasal dari keluarga yang tak berada. Dirinya sempat putus asa mencarikan dana untuk membiayai Supriadi bermain sepak bola.

“Saya ini orang tidak punya, dulu saya sempat putus asa bagaimana cari uang untuk membayar iuran anak saya ketika ikut turnamen ke luar kota apalagi bapaknya Supriadi ini kerjanya serabutan dan sakit-sakitan.”

“Hutang kesana kemari dan mendapat bantuan dari para orang tua pemain lain di klubnya Rungkut FC Supri baru bisa ikut turnamen,” ungkap Kalsum, Ibu dari Supriadi seperti dikutip dari Beritajatim.

“Supri ini pernah dikecewakan sama orang di Jakarta katanya diasuh dan akan disalurkan menjadi pemain sepak bola, tapi nyatanya apa justru ditelantarkan bahkan dia sempat jual sepatu dan baju-baju untuk bertahan hidup di Jakarta.” beber Kalsum.

“Tapi namanya beruntung ada orang pssi pusat yang menghubunginya tanpa tes dan menjadi skuad timnas,” imbuhnya

“Alhamdulillah ada jalan untuk bisa menjadi pemain timnas, kalau ingat dulu untuk bayar ikut turnamen harus jual beras dan menggadaikan baju ke pegadaian, jalan kaki, akhirnya sekarang dia menghidupi keluarganya,” imbuhnya. (Putra – Portalberitabola.com)